Seperti yang kita ketahui bahwa manusia
terdiri dari berbagai macam sistem didalamnya. Dengan sistem tersebutlah
manusia dapat menjalani hidup dengan normal. Dari seluruh sistem yang ada pada
tubuh manusia, sistem pencernaan merupakan sistem yang terpenting.
Sistem pencernaan itu sendiri secara
garis besar memiliki fungsi untuk mencerna makanan dan menyerap semua manfaat
yang ada dari makanan tersebut. Dan organ yang berperan penting dalam mencerna
serta menyerap sari makanan adalah usus. Dengan begitu, pentingnya organ usus
dalam sistem pencernaan, tentunya sangat rawan untuk terkena penyakit. Dan
penyakit yang selalu membayangi usus adalah kanker usus.
Kanker usus
besar atau kanker kolorektal, termasuk pertumbuhan sel kanker pada
usus, anal dan usus buntu. Kanker ini adalah salah satu dari bentuk
kanker yang paling umum dan penyebab kedua kematian yang disebabkan oleh kanker
di dunia Barat. Kanker usus besar menyebabkan 655.000 kematian di seluruh dunia
setiap tahun. Banyak kanker usus
besar yang diketahui berasal daripolip adenoma pada usus dan
penumpukan tinja akibat konstipasi yang terlalu lama.
Perkembangan polip tersebut kadang-kadang berkembang menjadi kanker. Terapi
untuk kanker ini biasanya melalui operasi, yang biasanya diikuti dengan kemoterapi. Sekitar 75-95% kasus kanker usus menyerang
orang dengan resiko genetika tingkat rendah atau tidak sama sekali.
Secara garis besar, penyebab paling
besar terhadap munculnya penyakit kanker pada usus ini memang terletak dari
makanan yang dikonsumsi. Dengan kata lain, ketika semakin banyak zat yang
berbahaya masuk kedalam tubuh, maka usus akan kesulitan untuk memprosesnya.
Alhasil, semua zat berbahaya tersebut akan terus mengendap sehingga usus tidak
bisa mentolerir.
Gejala Kanker Usus
Berbicara penyakit
kanker yang tumbuh pada organ usus, memang tidak lengkap rasanya apabila tidak
berbicara mengenai gejala kanker usus. Gejala umum yang
sering ditemui pada penderita kanker pada usus ialah seperti muncul rasa nyeri
ketika akan buang air besar (BAB). Rasa sakit yang terjadi memang dikarenakan
adanya gesekan antara permukaan dinding usus yang ditumbuhi kanker, dan tidak
jarang pula mengeluarkan darah. Dan apabila penyakit ini sudah masuk dalam
tahap yang kronis, penderita sampai-sampai tidak dapat buang air besar dalam
waktu yang lama, dikarenakan jalur keluarkan kotoran tertutup oleh sel kanker
yang semakin membesar.
Ciri-Ciri Kanker Usus Halus dan Besar
Untuk ciri-ciri
kanker usus secara umum
sangatlah banyak, beberapa diantaranya yang dapat dirasakan antara lain adanya
perubahan pada proses buang air besar, dimana kotoran menjadi keras ataupun
kesulitan untuk buang air besar. Selain itu kotoran disertai dengan darah dan
lendir, perut terasa kembung dan tegang, darah keluar melalui anus ataupun
dubur, diare yang tidak kunjung sembuh, berat badan turun dan lain sebagainya.
Adapun untuk ciri-ciri setiap stadium
kanker juga berbeda-beda, antara lain untuk stadium dini ciri ataupun gejala
kanker usus yang terjadi antara lain saat buang air besar disertai dengan darah
dan juga lendir, terkadang kotoran keras dan sulit dikeluarkan dan terkadang
encer. Sedangkan ciri untuk gejala yang terjadi pada stadium lanjut antara lain
adanya benjolan pada perut, nafsu makan mulai menurun, darah keluar dari dubur,
terjadi penyumbatan dan penyempitan dari anus.
Apabila ciri-ciri kanker usus terbukti positif, dan anda mengidap
kanker usus, pengobatan dalam penanganan kanker ini dapat dilakukan dengan
pembedahan yang terbagi menjadi 3 antara lain :
- Operasi lokal dan polipectomi, namun operasi ini dapat dilakukan saat masih pada tahap stadium awal
- Bedah usus, apabila penderita telah masuk pada stadium awal, dan pada tindakan pengoprasian ini dilakukan penyatan pada perut dan kemudian usus besar yang terkena kanker dibuang, kemudian disambung lagi.
- Reseksi dan kolostomi yang dilakukan setelah pembedahan yang dilakukan untuk proses penyembuhan
Tips Terhindar
dari Penyakit Kanker Usus
Rekomendasi saat ini untuk mencegah kanker
usus besar meliputi peningkatan konsumsi biji-bijian utuh, buah-buahan dan
sayur-sayuran, dan mengurangi konsumsi daging (berwarna) merah. Walaupun demikian konsumsi serat,
buah-buahan dan sayur-sayuran sehubungan dengan kanker usus besar masih lemah. Kegiatan fisik (Physical exercise)
berhubungan dengan kemudahan buang air besar, tetapi tidak mengurangi resiko
kanker usus besar. Duduk untuk
jangka waktu lama secara regular/teratur berhubungan dengan tingkat kematian
yang meningkat karena kanker usus besar. Resiko ini tidak dapat dihindarkan
dengan melakukan olahraga yang teratur, meskipun memang menurunkannya.
Diketahui bahwa mereka yang mengonsumsi kopi
secara rutin ternyata memiliki 15 persen risiko lebih kecil terkena kanker
usus. Sedangkan, mereka yang minum enam gelas atau lebih, maka risiko terserang
kanker usus berkurang hingga 40 persen.
Info solusi penyakit kanker usus hub : 082122739220 & 2ad136fd
www.scienceTF.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar